Selamat Datang di Website Resmi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri

SIM Layanan Publik


Helpdesk

Monitoring Sistem Helpdesk

SIM GIS

Sistem Informasi Managemen GIS

SIM Konflik Agraria

Sistem Informasi Konflik Agraria

SIM Satpol PP

Sistem Informasi Satpol PP

SIM Batas Antar Daerah

Sistem Informasi Batas Antar Daerah

SIM Analisa Wilayah

Sistem Informasi Analisa Wilayah

SIMPOTDA

Sistem Informasi Potensi Daerah

SIM Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Sistem Informasi Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Link Terkait


Intranet Ditjen BAK

Website Intranet Ditjen BAK

SAPA

Sarana Pengaduan dan Aspirasi Kemendagri

SATLINMAS

Satuan Perlindungan Masyarakat


Avatar

Sekretariat Direktorat Jenderal BAK Direktorat Dekonsenterasi & Kerjasama Direktorat Wilayah Administrasi & Perbatasan Direktorat Polisi Pamong Praja & LINMAS Direktorat Kawasan & Pertanian Direktorat Pencegahan & Penanggulangan Bencana
Total Pengunjung : 3484053

Berita & Informasi


«Back

Ibu Kota Baru Harus Punya Populasi Maksimal 1 Juta Jiwa

Rabu, 12 April 2017

Jakarta - Pemerintah sedang mengkaji ibu kota baru pengganti Jakarta. Kajian ini digarap Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). 

Menurut Direktur Perkotaan Perumahan dan Permukiman Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti, salah satu kritera calon ibu kota baru adalah populasi yang tak terlalu kecil, namun juga tak terlampau besar. Lantas, berapa populasi yang cocok untuk menjadi ibu kota? 

"Jadi minimal harus 500 ribu dan maksimal 1 juta. Kalau kurang dari itu bukannya tidak baik, tapi idealnya untuk menggerakkan perekonomian minimal segitu," ujar perempuan yang akrab disapa Virgi itu, Rabu (12/4/2017).

Namun jumlah populasi tersebut juga harus mempertimbangkan ketersediaan air dan luas wilayahnya. Bappenas tengah mengusulkan ibu kota yang baru memiliki luas wilayah 300 ribu hektar.

"Kemarin usulan segitu. Itu cukup besar. Tapi saya rasa luas itu total dengan wilayah penunjang," tutur Virgi.

Bappenas akan memilih 3-5 kota yang memenuhi kriteria dasar tersebut. Meski belum banyak kota yang sudah dipilih, Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, masuk dalam radar pemerintah.

"Salah satunya memang Palangka Raya, tapi ada beberapa wilayah lain yang juga akan dikaji. Ada sekitar 3-5 wilayah. Tapi saat ini baru dimulai pencariannya," terang Virgi.

Dia mengatakan, terpilihnya Palangka Raya lantaran wilayah tersebut sering kali disinggung setiap ada rencana pemindahan ibu kota di era pemerintahan sebelumnya. Bahkan, di era Presiden Soekarno, pernah diusulkan Palangka Raya menjadi ibu kota Indonesia.

"Kan sebelumnya sudah sering diusulkan, dari situ kita ambil yang sudah pernah," imbuhnya.

Tapi, bukan berarti Palangka Raya yang bakal dipilih nantinya. Masih ada beberapa tahapan berikutnya dengan kriteria yang lebih mendetil.

"Kriteria yang detail itu misalnya air, pertumbuhan penduduknya, perkiraan pertumbuhan ekonomi, kebutuhan dananya berapa. itu detailnya nanti," pungkas Virgi.

 

Sumber : finance.detik.com


Daftar Berita


Aplikasi

E - Office

Sistem Aplikasi Tata Persuratan

E - MONEV Executive

Monitoring Sistem Ditjen BAK Executive

 

Sitemap

Informasi Aplikasi Publikasi Pustaka Database