Selamat Datang di Website Resmi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri || Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-72 tahun, Indonesia Kerja Bersama, NKRI harga mati... MERDEKA!!!

SIM Layanan Publik


Helpdesk

Monitoring Sistem Helpdesk

SIM GIS

Sistem Informasi Managemen GIS

SIM Konflik Agraria

Sistem Informasi Konflik Agraria

SIM Satpol PP

Sistem Informasi Satpol PP

SIM Batas Antar Daerah

Sistem Informasi Batas Antar Daerah

SIM Analisa Wilayah

Sistem Informasi Analisa Wilayah

SIMPOTDA

Sistem Informasi Potensi Daerah

SIM Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Sistem Informasi Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Link Terkait


Intranet Ditjen BAK

Website Intranet Ditjen BAK

SAPA

Sarana Pengaduan dan Aspirasi Kemendagri

SATLINMAS

Satuan Perlindungan Masyarakat


Avatar

Sekretariat Direktorat Jenderal BAK Direktorat Dekonsenterasi & Kerjasama Direktorat Wilayah Administrasi & Perbatasan Direktorat Polisi Pamong Praja & LINMAS Direktorat Kawasan & Pertanian Direktorat Pencegahan & Penanggulangan Bencana
Total Pengunjung : 3643020

Berita & Informasi


«Back

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Diperlukan Untuk Antisipasi Dini

Rabu, 10 Mei 2017

JAKARTA – Pemerintah baik di pusat maupun daerah diminta selalu bersinergi dalam mencermati setiap permasalahan yang muncul sehingga langkah antisipasi bisa dilakukan sesegera mungkin.

Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional (rakornas) Sosialisasi Kebijakan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) di Jakarta, Rabu (10/5).

“Pejabat pusat dan pejabat daerah adalah bagian tak terpisahkan. Selalu cermati, ikuti permasalahan yang ada agar antisipasi bisa berjalan baik,” kata Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan, Ditjen Bina Adwil Kemendagri telah membuat fokus program. Misalnya, upaya meningkatkan fungsi pelayanan, termasuk perizinan.

“Kemudahan-kemudahan setiap proses layanan dan perizinan. Ini terwujud kalau jajaran pemerintahan solid, gotong royong, bangun komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, forkompimda (forum koordinasi pimpinan daerah) dan pers,” jelasnya.

Beliau juga mengingatkan agar pemda memantau wilayah masuk kategori rawan bencana dan meminta pemda kabupaten/kota membangun kantor penanganan bencana.

“Baik bencana longsor, gempa bumi, kebakaran hutan. Harus pahami daerah pantai, potensi tsunaminya seperti apa,” imbuhnya.

Pada bagian lain, menurutnya, dua institusi yakni petugas pemadam kebakaran (damkar) dan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) harus dioptimalkan.

Namun, dia menghaturkan permohonan maaf, karena selama ini pemerintah belum bisa memberikan kesejahteraan sesuai harapan.  “Padahal dua ini ujung tombak, maka kita koordinasi ke kepala daerah yang punya PAD (pendapatan asli daerah) baik, beri tunjangan,” katanya.

Ditjen Bina Adwil Kemendagri diminta mengecek ketersedian mobil damkar di pemda-pemda. “Jangan sampai ada kabupaten/ kota tak punya mobil damkar. Daerah pada penduduk, 1 kecamatan harus punya satu damkar,” ujarnya.

Dia menambahkan, Satpol PP juga harus menjadi satuan yang profesional. Sebab, Satpol PP bertugas menegakkan peraturan daerah (perda).

“Satpol PP jangan sakiti masyarakat, ingat masyarakat tertib dengan penyuluhan. Tidak main asal rampas,” tambahnya.

Dia juga mengingatkan terkait batas wilayah. “Sampai hari ini ada yang belum selesai batas wilayahnya,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Eko Subowo menuturkan, rakornas diselenggarakan tiga hari sejak Senin (8/5) hingga Rabu (10/5). “Maksud dan tujuan rakornas yaitu memantapkan program unggulan di bidang adiminstrasi kewilayahan untuk dikembangkan lebih luas,” kata Eko Subowo.

“Pertegas posisi dan peran strategis pengelolaan batas antar wilayah untuk meminimalisasi konflik batas dan kepentingan. Perkuat aparatur Satpol PP dalam menegakkan perda, ciptakan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat,” ucapnya.

Sementara maksud lainnya, yaitu meningkatkan dan memperkuat kapasitas dan kemampuan penanganan bencana dan kebakaran.

“Menuju terciptanya kemampuan tanggap dan cepat menangani kebakaran,” ucapnya kembali.

sumber: newswire.id


Daftar Berita


Aplikasi

E - Office

Sistem Aplikasi Tata Persuratan

E - MONEV Executive

Monitoring Sistem Ditjen BAK Executive

 

Sitemap

Informasi Aplikasi Publikasi Pustaka Database