Home Media Persidangan Ke-42 The Joint Indonesia – Malaysia (JIM)

Persidangan Ke-42 The Joint Indonesia – Malaysia (JIM)

38
0

Rabu, 10 Oktober 2018

Pada tanggal 9 Oktober 2018, Persidangan JIM ke-42 telah dibuka secara resmi oleh Ketua Delegasi Indonesia Drs. Hadi Prabowo, MM, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri bersama Ketua Delegasi Malaysia, Dato’ Tan Yew Chong, Sekretaris Jenderal Kementerian Air, Tanah dan Sumber Asli dengan semangat persaudaraan dan suasana yang bersahabat. Ketua Delegasi Indonesia mendapat kepercayaan menjadi pimpinan Persidangan JIM ke-42 atas persetujuan Ketua Delegasi Malaysia.
Kedua Ketua Delegasi telah melaksanakan rangkaian agenda Persidangan dengan sangat komunikatif dan tanpa ada hambatan. Persidangan JIM ke-42 Tahun 2018, mengagendakan 9 (sembilan) agenda, dimana 3 (tiga) agenda prioritas yang menjadi capaian kinerja kedua pemerintah dalam proses penegasan batas dan survei barsama. Ketiga agenda tersebut adalah;
1) Laporan Kegiatan Bersama Survei tahun 2016 s.d tahun 2018, 2) Perkembangan Penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) dan 3) Penandatangan MoU ke-21 pada 3 (tiga) segmen area prioritas, 2 (dua) di Kalimantan Utara – Sabah dan 1 (satu) di Kalimantan Barat – Sarawak. Pada kegiatan Laporan bersama Survei Tahun 2016 s.d Tahun 2018 yang disampaikan oleh Direktur Wilayah Pertahanan, Kementerian Pertahanan selaku Ketua Teknik Indonesia. Kedua Ketua Delegasi mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan berharap kedepan kegiatan survei bersama (IRM, CBDRF,JBM) dapat lebih diintensifkan agar optimal hasilnya.
Terkait dengan penyelesaian 5 (lima) segmen OBP di sektor Timur,kedua negara telah sepakat melakukan pengesahan terhadap dokumen OBP yaitu Resolusi, Action Plan/Rencana Aksi dan SOP. Kedua Negara juga telah bersepakat bahwa 2 (dua) segmen OBP yaitu OBP Simantipal dan OBP C 500 – C 600 secara prinsip sudah tidak bermasalah dan dapat dilanjutkan oleh Tim Teknik untuk mempersiapkan dokumen sampai dengan tahap MOU.
Agenda utama yang telah dibahas pada Persidangan JIM ke-42 ini antara lain Laporan kegiatan survei bersama tahun 2016 s.d tahun 2018 serta rencana survei bersama di tahun 2019, dan rencana penyelesaian OBP di sektor Timur. Persidangan JIM ke-42 telah menghasilkan MOU ke-21 pada sektor sebagai berikut:
a) Priority Area II (B – C) from Boundary Markers B 1800 – B 2000 and B 2500 -B 2700;
b) Priority Area III (C – D) from Boundary Markers C 200 to C 500 and from Boundary Markers C 600 to C 700 of Sabah – Kalimantan Utara Sector;
c) Priority Area III (D – E) from Boundary Markers D 500 to D 600 of Sarawak -Kalimantan Barat Sector.
MoU ini adalah proses akhir dari penegasan batas kedua negara yang ditandai dengan penukaran MoU oleh kedua negara pada hari Rabu, 10 Oktober 2018. Keberhasilan yang dicapai dengan asas kepercayaan dan persahabatan oleh Kedua Negara terlihat dari tercapainya MoU pada 2 (dua) tahun berturut-turut di Persidangan JMI-41 dan Persidangan JIM-42. Kedua negara telah menyepakati hasil-hasil persidangan yang ditandatangani pada Minutes of Meeting Persidangan ke-42 JIM oleh Kedua Ketua Delegasi disaksikan oleh seluruh anggota delegasi Malaysia dan delegasi Indonesia. Persidangan JMI ke-43 akan diselenggarakan di Malaysia pada tahun 2019, untuk Kota penyelenggaraan pihak Malaysia akan mengkomunikasikan hal tesebut dengan Sekretariat JIM Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here