Selamat Datang di Website Resmi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri

SIM Layanan Publik


Helpdesk

Monitoring Sistem Helpdesk

SIM GIS

Sistem Informasi Managemen GIS

SIM Konflik Agraria

Sistem Informasi Konflik Agraria

SIM Satpol PP

Sistem Informasi Satpol PP

SIM Batas Antar Daerah

Sistem Informasi Batas Antar Daerah

SIM Analisa Wilayah

Sistem Informasi Analisa Wilayah

SIMPOTDA

Sistem Informasi Potensi Daerah

SIM Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Sistem Informasi Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Link Terkait


Intranet Ditjen BAK

Website Intranet Ditjen BAK

SAPA

Sarana Pengaduan dan Aspirasi Kemendagri

SATLINMAS

Satuan Perlindungan Masyarakat


Avatar

Sekretariat Direktorat Jenderal BAK Direktorat Dekonsenterasi & Kerjasama Direktorat Wilayah Administrasi & Perbatasan Direktorat Polisi Pamong Praja & LINMAS Direktorat Kawasan & Pertanian Direktorat Pencegahan & Penanggulangan Bencana
Total Pengunjung : 3401666

Info Media


«Back

Menko Maritim: Wilayah maritim segera diintegrasikan

Jumat, 26 Agustus 2016

Makassar (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah memerintahkan agar wilayah maritim di Indonesia segera diintegrasikan.

"Kalau sudah terintegrasi, saya yakin pertumbuhan ekonomi, utamanya di Sulawesi Selatan bisa double digit. Asalkan, semuanya kompak, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pelindo IV dan stakeholder lainnya," katanya di Makassar, Kamis.

Menurut dia, rencana Pelindo IV yang akan membuka empat koridor ekspor langsung, yaitu dua koridor dari Sulawesi, serta masing-masing satu dari Kalimantan dan Papua dinilai, sudah benar. 

Oleh karena, menurut dia, hal itu merupakan salah satu bentuk upaya untuk melakukan efisiensi, mengingat bahwa biaya transportasi di Indonesia adalah yang paling besar, jika dibandingkan dengan negara lain, seperti Jepang.

"Kalau bisa, biaya transportasi turun hingga 50 persen dengan adanya direct call atau sistem ekspor langsung ke luar negeri dari pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, termasuk pelabuhan di Makassar," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung mengatakan, saat ini untuk koridor satu sudah dibuka, yaitu direct call dari Pelabuhan Makassar yang sudah berlangsung sejak 5 Desember 2015.

Pelindo IV di Makassar juga menghimpun kargo dari Papua, Kalimantan, Kendari dan Palu.

"Jika empat koridor ekspor langsung sudah terbuka semuanya, maka nantinya kargo tidak hanya melalui Makassar, tetapi juga bisa melalui pelabuhan lainnya di Kawasan Timur Indonesia," katanya.

Dia mengemukakan, pada akhir Agustus 2016 Pelindo IV akan membuka direct call dari Pelabuhan Bitung, sebagai koridor dua, kemudian September 2016 akan dilanjutkan dari Balikpapan sebagai koridor tiga.

Khusus di Balikpapan, menurut dia, perusahaan milik negara itu memiliki dua pelabuhan, yaitu di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Selain memiliki cabang Pelindo IV juga memiliki anak usaha, yaitu PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang akan membantu mewujudkan rencananya.

Tahap akhir pada Desember 2016, Pelindo IV akan membuka jalur direct call dari Papua sebagai koridor empat.

"Nantinya, jalur direct call dari Papua juga akan konektivitas dengan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara," katanya menambahkan.

 

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2016


Daftar Info Media


Aplikasi

E - Office

Sistem Aplikasi Tata Persuratan

E - MONEV Executive

Monitoring Sistem Ditjen BAK Executive

 

Sitemap

Informasi Aplikasi Publikasi Pustaka Database