Selamat Datang di Website Resmi Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri

SIM Layanan Publik


Helpdesk

Monitoring Sistem Helpdesk

SIM GIS

Sistem Informasi Managemen GIS

SIM Konflik Agraria

Sistem Informasi Konflik Agraria

SIM Satpol PP

Sistem Informasi Satpol PP

SIM Batas Antar Daerah

Sistem Informasi Batas Antar Daerah

SIM Analisa Wilayah

Sistem Informasi Analisa Wilayah

SIMPOTDA

Sistem Informasi Potensi Daerah

SIM Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Sistem Informasi Pemanfaatan Kawasan dan Pertanahan

Link Terkait


Intranet Ditjen BAK

Website Intranet Ditjen BAK

SAPA

Sarana Pengaduan dan Aspirasi Kemendagri

SATLINMAS

Satuan Perlindungan Masyarakat


Avatar

Sekretariat Direktorat Jenderal BAK Direktorat Dekonsenterasi & Kerjasama Direktorat Wilayah Administrasi & Perbatasan Direktorat Polisi Pamong Praja & LINMAS Direktorat Kawasan & Pertanian Direktorat Pencegahan & Penanggulangan Bencana
Total Pengunjung : 3409008

Kerjasama Luar Negeri


"Persidangan Joint Indonesia-Malaysia Boundary Committee (JIM) Ke-40"

Kamis, 24 Maret 2016

 

Persidangan Joint Indonesia – Malaysia Boundary Committee (JIM) Ke – 40 merupakan forum kenegaraan bagi kedua belah pihak guna membahas secara bersama terkait dengan kerjasama upaya pelaksanaan penegasan garis batas kedua negara. Sidang ini merupakan forum untuk pencapaian mufakat berdasar hasil kegiatan Investigation, Refixation and Maintenance (IRM) Tahun 2015, Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) dan Joint Border Mapping (JBM) Peride 2015 serta Persidangan Joint Working Group On Outstanding Boundary Problems (JWG OBP).

Persidangan JIM yang dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan 24 Maret 2016 di Bali, Indonesia, dihadiri oleh Ketua Delegasi Malaysia, Dato’ Sri Azizan Bin Ahmad, Selaku Ketua Setiausaha (Sekretaris Jenderal) Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar Malaysia Selaku Pengerusi Jawatan Kuasa Kebangsaan Sempadan Malaysia, dan Anggota Delegasi dari kedua negara Indonesia - Malaysia, persidangan ke – 40 JIM ini seyogyanya diselenggarakan pada tahun 2015, namun dikarenakan terdapat penyesuaian agenda nasional yang sangat strategis di Indonesia, yaitu adanya pelaksanaan pemilu kepala daerah secara serentak di Indonesia, terbatasnya waktu pada sistem penganggaran di kedua negara, serta kesibukan masing-masing anggota delegasi. Pertemuan dibuka oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI Selaku Ketua Panitia Nasional Survei dan Penegasan Batas Internasional Indonesia – Malaysia dan sebagai Tuan Rumah Persidangan JIM ke – 40, dalam sambutannya Sekjen Kemendagri Bapak DR. Yuswandi A. Temenggung menyampaikan antara lain:

a.         Pada tahun 2015 yang lalu, kedua negara telah melaksanakan Investigation, Refixation and Maintenance (IRM) terhadap tanda batas di lapangan yang hilang, bergeser atau mengalami kerusakan.

b.         Kedua negara telah melaksanakan program Common Border Datum Reference Frame (CBDRF) untuk penentuan Datum bersama, serta Joint Border Mapping (JBM) dalam rangka pemetaan bersama di sepanjang garis batas kedua negara, hasilnya telah dibahas pada pertemuan Panitia Teknik Ke–45 (IMT-45) yang kemudian menjadi agenda pembahasan dalam persidangan JIM Ke-40 ini.

c.          Laporan kemajuan bersama terhadap upaya penyelesaian OBP melalui Forum Joint Working Group On Outstanding Boundary Problems (JWG OBP).

d.         Kegiatan-kegiatan tersebut sangat penting untuk terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan harus terus ditingkatkan kualitasnya, hal ini bertujuan untuk menjaga kedaulatan wilayah negara masing-masing dan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat kedua negara di kawasan perbatasan.

e.         Penandatanganan MoU yang Ke-20, atas penegasan segmen batas kedua negara, di sektor timur yang telah selesai dan disepakati, hal tersebut merupakan capaian bagi Tim Survey dan Demarkasi Kedua Negara.

Pada pertemuan tersebut Bapak Sekjen Kementerian Dalam Negeri juga menyampaikan penghargaan serta ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Tim Survei Kedua Negara dan Pasukan Pengamanan Perbatasan yang menjadi Ujung Tombak Pemeliharaan Pilar Batas Antara Kedua Negara, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, sehingga pelaksanaan kerjasama pemeliharaan pilar batas antara kedua negara yang dilaksanakan di lapangan dapat berjalan dengan baik.  

Download

Kerjasama Lainnya


JBC RI-PNG

Kamis, 21 Agustus 2014

The Thirty-first (31St ) Joint Border Committe (JBC) between the Goverment of the Indepedent State of Papua New Guinea and the Goverment of the Republic Indonesia was held in port Moresby, Papua New Guinea on 14 August 2014.

The Papua New Guinea delegation was led by Hon. Jose Selengkapnya

Berita Acara Pertemuan komite koordinasi (PCC Meeting) Ke 8 Program Local Governance Innovations for Communities In Aceh (Logica2)

Selasa, 20 Mei 2014

Berita Acara Pertemuan komite koordinasi (PCC Meeting) Ke 8 Program Local Governance Innovations for Communities In Aceh (Logica2)

Selengkapnya

PROGRAM KERJASAMA GIZ DENGAN DIREKTORAT JENDERAL PEMERINTAHAN UMUM

Senin, 27 Januari 2014

Dukungan GIZ terhadap Kementerian Dalam Negeri  (Kemendagri) melalui Program DeCGG (Decentralisation as Contribution to Godd Governance) di Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum melalui Direktorat Dekonsentrasi dan Kerjasama, difokuskan kepada Penguatan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah P Selengkapnya

PERTEMUAN KOMITE KOORDINASI (PCC MEETING) KE 7 PROGRAM LOCAL GOVERNANCE INNOVATIONS FOR COMMUNITIES IN ACEH (LOGICA 2) BERSAMA DFAT, PEMERINTAH ACEH DAN KEMENDAGRI

Senin, 27 Januari 2014

Pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 2014 bertempat di Ruang Rapat Gedung BAPPEDA Aceh Lantai 2 kantor Pemerintah Aceh, telah dilaksanakan pertemuan Project Coordinating Commite (PCC) yang dipimpin oleh Kepala Bappeda Aceh dan diwakili oleh Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan Keistimewaan Ace Selengkapnya



Aplikasi

E - Office

Sistem Aplikasi Tata Persuratan

E - MONEV Executive

Monitoring Sistem Ditjen BAK Executive

 

Sitemap

Informasi Aplikasi Publikasi Pustaka Database