Home Media Peserta Fun Bike Tour de Malindo dari Kemendagri Foto Bersama Saat Sampai...

Peserta Fun Bike Tour de Malindo dari Kemendagri Foto Bersama Saat Sampai di Kota Sambas

61
0

LUNDU-Ratusan pesepeda peserta Fun Bike Tour de Malindo 2019 antusias menyelesaikan kegiatan di hari pertama, Sabtu (24/8). Mereka sangat terkesan dengan rute yang dilalui, terutama track sepanjang 92 kilometer dari PLBN Aruk menuju Kota Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar).

Sekitar pukul 09.00 WM para peserta dilepas oleh Ketua KK Sosek Indonesia Eko Subowo dan Menteri Pelancongan, Kesenian, Kebudayaan, Belia dan Sukan Sarawak Datuk Haji Abdul Karim Rahman Hamzah serta beberapa pejabat lainnya di kawasan waterfront, Lundu, Sarawak, Malaysia.

Di hari pertama, total jarak yang harus ditempuh oleh para peserta adalah sejauh 119 kilometer. Dari Lundu mereka yang berasal dari mancanegara dan beberapa daerah di Indonesia itu menuju PLBN Aruk sebagai pitstop pertama. Jarak yang ditempuh sejauh 27 kilometer.

Sampai di pitstop pertama, para peserta beristirahat sejenak, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju pitstop kedua. Jarak antara pitstop pertama di PLBN Aruk dengan pitstop kedua di SMPN 3 Galing, Kabupaten Sambas yakni sejauh 40 kilometer. Sekitar pukul 13.30 WIB sampai di pitstop kedua, para peserta lalu beristirahat sejenak untuk makan siang.

Sepanjang perjalanan, sambutan masyarakat setempat begitu hangat menyambut kegiatan kerjasama pemerintah Indonesia-Malaysia ini. Warga bersama para pelajar yang sekolahnya dilalui pesepeda, ikut turun ke jalan untuk memberikan semangat. Mereka mengibarkan bendera dan menyanyikan yel-yel ucapan selamat datang.

Usai dari pitstop kedua, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Sambas sejauh 52 kilometer. Sambas menjadi titik terakhir kegiatan bersepeda di hari pertama, sebelum dilanjutkan di hari kedua (besok) menuju Kota Singkawang.

Salah satu peserta Isjunaedi menyatakan, Fun Bike Tour de Malindo merupakan pengalaman yang luar biasa dialaminya. Itu karena rute yang dilalui para pesepeda sangatlah beragam. Terutama rute antara PLBN Aruk menuju Kota Sambas yang melintasi kawasan perbukitan, menurutnya sangat-sangat berkesan.

Selain karena pemandangannya yang indah, juga jalan penuh tanjakan dan turunan yang mampu memacu adrenalin. “Setelah PLBN Aruk ke Galing itu yang paling berat, luar biasa,” ucap anggota Dagri Cycling Club itu.

Isjunaedi yang juga pegawai Kemendagri itu mengaku sudah cukup sering mengikuti kegiatan bersepeda di berbagai daerah. Rute Malaysia-Indonesia melintasi PLBN Aruk ini menurutnya paling berbeda dan jalan yang dilalui pun sangat mulus.

Pegawai dari Kemendagri lainnya, Wahyu melihat, kegiatan ini menunjukkan kekompakan dan hubungan harmonis yang luar biasa antara kedua negara (Indonesia-Malaysia). “Jadi saling tolong menolong (antar kedua negara). Sambutannya (baik warga Malaysia maupun Indonesia) juga luar biasa, sehingga kami jadi semangat,” katanya.

Sementara itu, Peserta asal Malaysia Datuk Benjamin Hasbie (69) mengatakan, pengalaman di hari pertama sangat menarik. Semua rute perjalanan yang dilalui dirasanya sangat menyenangkan. “Harus sabar melalui jalan perbukitan,” ujarnya.

Benjamin yang juga Presiden Persatuan Berbasikal Sarawak (SCA) itu merasa, sambutan warga setempat begitu meriah. Ia bahkan tidak sabar untuk melanjutakan perjalanan menuju Kota Singkawang di hari kedua.

“Anak-anak sekolah, penduduk kampung semua menunggu kehadiran kami, saya sangat kagum, ini pengalaman pertama,” ucapnya.

Ia pun berharap kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun. Sehingga semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Indonesia dan Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here