Beranda Media Rapat Tindak Lanjut Penetapan Warisan Tambang Batubara Ombilin – Sawahlunto sebagai Warisan...

Rapat Tindak Lanjut Penetapan Warisan Tambang Batubara Ombilin – Sawahlunto sebagai Warisan Dunia

42
0

Jakarta – Direktorat Kawasan, Perkotaan dan Batas Negara Ditjen Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri menghadiri Rapat Tindak Lanjut Penetapan Warisan Tambang Batubara Ombilin – Sawahlunto Sebagai Warisan Dunia, bertempat di Hotel Novotel Cikini, Senin 27 Oktober 2020 yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rapat dihadiri oleh Pejabat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, PT. Bukit Asam, PT. KAI, Pemerintah Kota Sawahlunto, Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO dan secara daring diikuti oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kawasan Cagar Budaya Nasional Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia (WTBOS) kategori budaya dalam sidang World Heritage Committee UNESCO pada 6 Juli 2019. Prestasi tersebut masih membutuhkan pemenuhan syarat untuk tetap dipertahankan sebagai Warisan Dunia (World Heritage), sehingga layak menjadi objek budaya dan pariwisata dunia.Sesuai UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah bahwa Kawasan Cagar Budaya Nasional dengan fungsi yang strategis untuk kepentingan nasional merupakan Kawasan Khusus, sehingga pengelolaan kawasan tesebut menjadi multi sektoral yang terintegrasi antara Pusat dan Daerah.

Menyikapi penetapan tersebut, pemerintah telah mencanangkan tiga agenda prioritas:
1. Penerapan struktur koordinasi dan mekanisme pelaksanaannya meliputi penyelenggaraan board of directors, penyusunan kesepakatan dan turunannya, partisipasi masyarakat, serta mekanisme insentif
2. Pelaksanaan rencana aksi management plan mencakup penyusunan usulan kegiatan dan penyelenggaraan anggaran Kementerian/Lembaga, Pemda dan BUMN
3. Penyusunan tindaklanjut rekomendasi tambahan WTBOS yaitu penyusunan rencana aksi dan penyelenggaraan serta pelaporan keadaan pelestarian WTBOS 2021

Fokus pembahasan rapat kali ini meliputi Rencana tindak lanjut pemenuhan 16 hal terkait WTBOS yang diberikan oleh Komite Warisan Dunia yang merupakan sublembaga UNESCO dan sharing informasi mengenai implementasi pelestarian dan pengelolaan aset dan kawasan cagar budaya Warisan Tambang Batubara Sawahlunto (WTBOS) oleh pihak-pihak terkait. Salah satu pemenuhan persyaratan dimaksud yang harus dilaporkan ke UNESCO pada Desembertahun 2021 adalah pembentukan lembaga pengelola kawasan cagar budaya WTBOS. Hal ini juga perlu segera diupayakan untuk mengeliminir kendala koordinasi, hambatan sinergi dan integrasi pengelolaan WTBOS.

Fokus Kemendagri menjelaskan sesuai UU 23 Tahun 2014 bahwa Urusan Kebudayaan merupakan Urusan Konkuren dan sub urusan cagar budaya yang telah teregister secara nasional dan telah menjadi warisan dunia merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga skema pendanaan untuk pengelolaannya yang meliputi pelestarian, pengembangan dan pemanfaatannya melalui APBN. Keterlibatan Pemerintah Daerah dalam mendukungpelestarian dan pengembangan kawasan cagar budaya WTBOS adalah penataan dan pengelolaan di sekitar kawasan. Badan Pengelola WTBOS seyogyanya diarahkan menjadi lembaga profesional yang berfungsi koordinatif dan menejerial. Badan pengelola nantinya akan mempermudah koordinasi mengenai pengembangan dan pemeliharaan kawasan. Selain itu, badan pengelola juga akan menjadi wadah dalam mengkomunikasikan segala kepentingan yang terkait termasuk dalam hal koordinasi anggaran.

Mengingat Keberadaan WTBOS sebagai World Heritage yang perlu dipertahankan untuk mengangkat citra budaya dan pariwisata Indonesia di panggung dunia, maka forum rapat menyarankan :

1. WTBOS diusulkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sebagai Proyek Strategis Nasional pada tahun 2021.
2. Kemendikbud segera membentuk Tim Kecil untuk menggagas format Badan Pengelola WTBOS yang selanjutnya akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here