Beranda Utama Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2021 di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan...

Penyerahan DIPA Tahun Anggaran 2021 di Lingkungan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri

229
0

Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan, Safrizal ZA menyerahkan DIPA Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan TA.2021 kepada para pejabat pimpinan tinggi pratama, Sekretariat Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan “Indra Gunawan”, Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara “Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi”, Direktur Toponimi dan Batas Daerah “Sugiarto”, Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerjasama yang diwakilkan Kasubdit Kerjasama dan Penyelesaian Perselisihan antar Daerah “Evan Fardianto”Plt. Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran”Drs. Edy Suharmanto”, selaku pimpinan unit kerja eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan sekaligus memberikan pengarahan kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang hadir langsung di ruang rapat gedung H lantai III maupun kepada para Pejabat Administrator, Pengawas serta JFU yang hadir secara virtual. Jumat (27/11).

Pada kesempatan tersebut, Safrizal menekankan beberapa poin penting sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada saat penyerahan  DIPA Tahun 2021 kepada seluruh Unit Kerja Eselon I Kemendagri dan BNPP tanggal 26 November 2021 bahwa dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, lakukan konsolidasi internal untuk persiapan pelaksanaan anggaran tahun 2021, sehingga pada tanggal 2 Januari 2021 seluruh kegiatan sudah dapat dilaksanakan.

Kedua, tetapkan Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Petunjuk Operasional Kegiatan (POK), Pejabat Pengelola Keuangan, dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Ketiga, susun jadwal kegiatan yang terkoordinasi, rencanakan dengan baik kegiatan yang ada, khususnya  untuk kegiatan atau acara yang bersifat strategis dan melibatkan banyak pihak, sehingga tidak saling tumpang tindih pelaksanaannya;

Keempat, setiap kegiatan yang dilakukan tahun 2021 agar tetap menjaga protokol kesehatan dan bila perlu dapat dianggarkan pemeriksaan kesehatan sebelum pelaksanaan kegiatan untuk menekan resiko penyebaran COVID-19.

Keenam, mengecek kembali DIPA yang telah ada, rumuskan strategi dan metode yang lebih sesuai dalam mencapai target 2021 sesuai dengan situasi pandemi COVID yang masih berlangsung dan sesuaikan DIPA dengan hasil exercise yang dilakukan.

Ketujuh, terkait dengan pelaksanaan tugas dan wewenang gubernur sebagai wakil pemerintah pusat agar dipikirkan sistem yang dapat meningkatkan menjembatani antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sistem GWPP tersebut harus mampu menjadi pangkalan data yang menghubungkan antara pusat dan daerah dan dapat dimanfaatkan bersama.

Ketujuh, agar meningkatkan kualitas belanja, spending better bukan spending more. Agar kita semua dapat lebih memastikan dan mengawal terlaksananya berbagai program prioritas yang sudah dicanangkan, dengan didukung oleh birokrasi yang efisien, melayani, dan mampu bekerja secara tim.

Kedelapan, Terkait pencapaian target kinerja agar target-target kinerja, mengingat banyak target yang bersifat kuantitatif agar disusun model kuantitatifnya sehingga dapat diukur kinerjanya, antara lain dengan menyusun indeks ketahanan bencana, indeks ketertiban umum, indeks ketahanan kebakaran, maupun indeks lainnya.

Safrizal juga mengucapkan terma kasih dan apresiasi kepada seluruh Unit Kerja Eselon II di lingkungan Ditjen Bina Adwil atas kinerja pelaksanaan anggaran tahun 2020 sampai bulan November dengan penyerapan sangat baik, dan dengan waktu pelaksanaan anggaran saat ini memasuki masa akhir, diminta kepada segenap jajarannya untuk melakukan hal-hal sebagai berikut :

Pertama, fokus menyelesaikan pertanggungjawaban anggaran, baik kegiatan yang telah dilaksanakan maupun kegiatan yang baru akan dilaksanakan. Pastikan pertanggungjawaban dan pelaporan keuangan dan kinerja dilaksanakan secara akuntabel sesuai ketentuan.

Kedua, Manfaatkan anggaran yang masih tersisa untuk aktivitas yang memang sangat urgen dan memiliki daya ungkit terhadap kinerja organisasi dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan. Laksanakan apa yang menjadi arahan Bapak Menteri antara lain meningkatkan pembinaan yang kita lakukan dalam penerapan protokol kesehatan di daerah.

Kemudian Safrizal menghimbau dalam melaksanakan kegiatan agar tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sesuai arahan Mendagri, dalam kondisi pandemi dan kemampuan negara yang menurun, kita harus lebih selektif dalam melaksanakan fokus kegiatan, serta mendukung kebijakan Pemerintah yang menitikberatkan anggaran terhadap penanganan 4 (empat) hal yaitu sektor kesehatan, pendidikan, jaring pengaman sosial dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Meskipun bukan Kementerian yang langsung terlibat dengan keempat prioritas tersebut, Kemendagri harus mampu menjembatani agar program Pusat tersebut dapat terlaksana melalui fasilitasi yang kita laksanakan, antara lain dalam program vaksin yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here