Safrizal ZA : Bantuan sosial tahap II dorong perputaran ekonomi*, Aceh timur dapat 100 M
Aceh Timur – Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menyampaikan bahwa pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatra melalui skema bantuan yang dilakukan secara bertahap dan berbasis data yang akurat.
Hal tersebut disampaikan Safrizal saat mendampingi Muhammad Tito Karnavian yang hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan gelombang kedua bagi korban bencana hidrologi Sumatra oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Senin (16/3/2026).
Menurut Safrizal, hingga saat ini pemerintah telah menyalurkan bantuan dalam dua gelombang. Gelombang pertama difokuskan pada bantuan yang berkaitan dengan klasifikasi kerusakan hunian, sementara gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jatah hidup (jadup), bantuan stimulan sosial ekonomi, serta bantuan isi hunian bagi korban terdampak.
“Penanganan pascabencana ini dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama fokus pada kerusakan hunian, sedangkan gelombang kedua menyasar bantuan perorangan seperti jadup, stimulan ekonomi, dan bantuan perabotan rumah tangga,” ujar Safrizal.
Dalam kesempatan tersebut, Tito Karnavian menegaskan bahwa data menjadi instrumen paling penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menilai kualitas pendataan sangat menentukan kecepatan pemerintah dalam menyalurkan dukungan keuangan bagi masyarakat terdampak.
Safrizal menegaskan bahwa proses pendataan di wilayah bencana bukan hal yang mudah, sehingga dilakukan secara bertahap atau bergelombang untuk memastikan akurasi data.
“Pendataan harus benar dan akurat, karena dari data itulah seluruh dukungan pemerintah dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak,” kata Safrizal mengutip arahan Kasatgas PRR.
Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan stimulan ekonomi kepada masyarakat terdampak di Aceh Timur. Untuk gelombang kedua ini, Aceh Timur menerima lebih dari Rp100 miliar.
Safrizal menilai bantuan tersebut tidak hanya membantu pemulihan korban bencana, tetapi juga berpotensi menggerakkan kembali perekonomian daerah.
“Dana stimulan ekonomi, jadup, dan bantuan lainnya akan meningkatkan daya beli masyarakat. Ketika dana itu dibelanjakan, perputaran ekonomi di daerah juga akan ikut bergerak,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Safrizal juga menyampaikan pesan agar pemerintah daerah segera menuntaskan pendataan rumah terdampak yang masih belum lengkap. Ia menekankan bahwa pembangunan hunian bagi korban bencana tidak dapat dilaksanakan apabila data belum tersedia secara valid.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera membentuk tim khusus, memberikan dukungan pendanaan, serta menurunkan tim ke lapangan agar proses pendataan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.