TP PKK Pusat Mengharapkan Kader PKK Aktif dalam Pencegahan Stunting

SHARE

Sukabumi,

TIM Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pengurus Pusat  kembali menyelenggarakan acara rutin Obrolan Santai Kader Inspiratif  PKK (Obras Kain PKK)  untuk mensosialisasikan Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana Peduli Stunting  pada Kamis pagi (9/9/2021).

Acara yang bertemakan "Merdeka dari Stunting Penyebab dan Solusi Pencegahan"  ini, dibuka langsung oleh Nana Safriati Safrizal, Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat dan dipandu Meydy DS Malonda, Sekretaris 3 Pengurus Pusat TP PKK, selaku Moderator dan Narasumber, Qonita Rachmah, selaku Co-Founder @klinikmpasi dan @ahligiziid.

Dalam sambutannya, Nana Safriati Safrizal menegaskan, Tim Penggerak PKK sejatinya sebagai mitra kerja Pemerintah mendapat amanat dan tanggung jawab  untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan  angka stunting  di tanah air. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang baru sepekan lalu ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Angka stunting saat ini ada pada kisaran 27,6 persen atau hampir 30 persen. Presiden menargetkan kita untuk dapat menekan angka stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 atau sekitar 2,5 persen per tahunnya," kata Nana Safriati Safrizal secara virtual.

Nana Safriati Safrizal menuturkan, untuk dapat memenuhi target tersebut, perlu didukung oleh semua pihak. Upaya pencegahan dan penanganan stunting akan dilakukan  dengan komitmen bersama mulai dari TP PKK Pusat secara berjenjang sampai tingkat  desa dan kelurahan untuk melakukan pendampingan keluarga.

Bahkan, untuk  menyukseskan program tersebut, ia mengaku, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi lebih gencar.

Diantaranya, fokus pada Gerakan  PKK  Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Peduli Stunting  dan  tak henti hentinya mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat untuk pemantauan tumbuh kembang anak di 1000 hari pertama kehidupan. 

Seperti yang dilakukan Nana Safriati Safrizal yang tengah terjun ke desa melakukan kunjungan silaturahmi bersama pengurus TP PKK Pusat di Kota  Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi dalam rangka memberi bantuan untuk keluarga risiko tinggi stunting dan masyarakat yang terdampak  Covid 19.

"Permasalahan stunting atau atau anak kurang asupan gizi ini berpotensi mengganggu SDM (sumber daya manusia) kita di masa depan. Generasi bangsa harus kita persiapkan dari sekarang untuk memiliki kesehatan dan daya saing tinggi sehingga terciptanya generasi emas  pungkasnya.


Di tepi lain, Qonita Rachmah, ahli kesehatan dan gizi yang didapuk selaku narasumber membenarkan, bahwa penanganan stunting atau atau anak kurang asupan gizi merupakan program prioritas nasional yang harus didukung, dan turut disukseskan di daerah.

Salah satu caranya, harap Qonita, dengan melakukan rembuk stunting dan penguatan komitmen pimpinan daerah serta lintas sektor, lintas program dan masyarakat dalam percepatan penurunan stunting. Sehingga, pencegahan stunting dapat menjadi gerakan masiv dan struktur.

"Untuk Menurunkan preferensi stunting ini, perlu "keroyokan". Ini tugas kita bersama, karena masalah Stunting melibatkan multipihak. Baik, Non Pemerintah, Ormas, akademisi, media, UKM dan mitra pembangunan untuk duduk bersama, apa yang bisa kita lakukan di wilayah kita. Seperti memastikan kecukupan suplai makanan di wilayah kita," tutup Qonita.